Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Pengasih Muda Budaya

Admin
Berita
25 Desember 2016 10:23:10

Image Berita


   Pengasih (kecpengasih.com)-- Kethoprak merupakan kesenian tradisional yang mengangkat cerita tentang babat tanah Jawa. Sejarah yang dijadikan landasan sering dibumbui dengan berbagai pemanis sehingga menjadi cerita yang enak dinikmati. Tema cerita dalam sebuah pertunjukan kesenian kethoprak bermacam-macam. Biasanya diambil dari cerita legenda atau sejarah jawa. Ada pula diambil cerita dari luar negeri. Tetapi tema cerita tidak diambil dari repertoar cerita epos (wiracarita). Dulu kesenian kethoprak sering dipentaskan dikraton saja. Seiring dengan meningktnya waktu, kesenian kethoprak sering dimainkan oleh rakyat. Kini kesenian kethoprak hampir punah. Selain kekurangan dana ternyata regenerasinya hampir punah dan jarang ada.

   Perkembangan kesenian kethoprak dewasa ini mulai mengalami pasang surut. Berbagai problem terus mewarnai eksistensi kesenian kethoprak yang menjadi aset masyarakat dalam menumpahkan segala kreativitasnya yang dimiliki. Padahal kesenian kethoprak merupakan warisan budaya lokal yang dirintis oleh nenek moyang kita pada masa lampau, sehingga sampai saat ini masih berkembang dan mewarnai kesenian tradisional yang ada di Indonesia.

   Namun seiring dengan perkembangan jaman kesenian modern yang lebih mapan dan menjanjikan. Kesenian Kethoprak mulai redup dari permukaan bahkan tidak menutup kemungkinan aset budaya lokal tersebut akan sirna diterpa badai kepunahan. Lebih parah lagi bila minat dan hasrat kaum muda semakin terbuai oleh arus modernisasi yang mengusung kebudayaan global sehingga perlahan lahan bisa mengancam warisan monomental nenek moyang kita.

   Pertunjukkan kesenian kethoprak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta kian meredup. Pemanggungan rutin kesenian kethoprak semakin jarang digelar. Seniman kethoprak yang berada diwilayah pelosok pedesaanpun akhirnya memilih beralih profesi. Kelompok-kelompok kesenian kethoprak diwilayah Daerah Istimewa Yogyakarta semakin surut. Pagelaran kesenian kethoprak pun semakin jarang bahkan beberapa stasiun radio tak lagi menggelar pentas kethoprak.

   Fenomena kesenian kethoprak yang banyak disorot tentu memiliki faktor pemicu, salah satunya adalah pelaku kesenian kethoprak dinilai tidak mampu mengelola para penontonnya agar tetap bertahan dan menikmati pertunjukkan yang disuguhkan dalam kesenian kethoprak itu sendiri. Tidak heran bila masyarakat sekarang sudah mulai meninggalkan kesenian tradisional kethoprak dan mulai beralih pada kesenian modern yang lebih menantang dan menawarkan nuansa baru yang mencerahkan. Sebagai generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kesenian tradisional kethoprak dituntut untuk melakukan pengkajian terkait dengan meredupnya kesenian tradisional kethoprak ditengah-tengah masyarakat.

   Dalam rangka melestarikan dan kepedulian terhadap kesenian tradisional kethoprak kethoprak Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo mengadakan Festival Kesenian Kethoprak dan diikuti dari 12 Kecamatan yang ada diwilayah Kabupaten Kulonprogo. Kelompok kesenian kethoprak diwilayah Kecamatan Pengasih dengan pemain/pelaku orang dewasa sudah 11 kali menjuarai Festival Kesenian Kethoprak yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo.

   Kelompok kesenian kethoprak diwilayah Kecamatan Pengasih hingga saat ini masih banyak yang eksis dan bahkan dari kelompok kesenian kethoprak anak-anak pun masih eksis dan berkembang.

   Festival Kethoprak yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 14 Oktober 2016, kelompok kesenian kethoprak Pengasih Muda Budaya dari Kecamatan Pengasih berhasil memboyong  juara I piala bergilir Sri Sultan Hamengkubuwono X tahun 2016.

Source: @ryotrantib

WhatsApp Chat