Pengasih ( kecpengasih.com )--- Budidaya tanaman buah kelengkeng merupakan wujud dari program Sentra Pemberdayaan Tani. Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ) yang sudah direalisasikan pada tahun 2016 dan adanya bandara baru diwilayah Kabupaten Kulonprogo menjadi tantangan yang cukup besar bagi warga masyarakat. Sehingga masyarakat betul-betul dituntut untuk kreatif dan bekerja keras supaya dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain.
Pemerintah Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta merintis kebun buah/ tanaman buah kelengkeng untuk dijadikan agrowisata tanaman buah kelengkeng. Sedikitnya ada 6.000 bibit tanaman buah kelengkeng bertujuan untuk menguatkan Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih sebagai Desa Kawasa Agrowisata. Tanaman buah kelengkeng di Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih baru-baru ini ada 4.000 yang tersebar diberbagai wilayanh Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih.
Kepala Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih mengatakan bahwa dalam merintis kebon buah/tanaman buah kelengkeng seluas 5 hektare. Tanaman Buah Kelengkeng yang berada di Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih rencakan akan dijadikan untuk agrowisata di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Lokasi tanaman buah kelengkeng hanya berjarak 4 km dari calon bandara baru di Kabupaten Kulonprogo.
Tanaman buah kelengkeng tersebut ditanam bersama-sama dengan warga masyarakat sehingga diharapkan bisa untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Sentra tanaman buah kelengkeng akan menjadi daya tarik utama bagi wisata di Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih. Apalagi dengan adanya Bandara baru diwilayah Kecamatan temon Kabupaten Kulonprogo dan Bedah Menoreh diprediksikan akan mampu mendatangkan banyak wisatawan berkunjung ke Wilayah Kabupaten Kulonprogo.
Bibit tanaman buah kelengkeng merupakan bantuan dari Pemerintah dan serentak ditanam oleh warga Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih. Agrowisata tanaman buah kelengkeng di wilayah Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih merupakan ide dari warga masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Para wisatawan dapat menimati agrowisata tanaman buah kelengkeng di Pedusunan Soropadan dan Bulak Soropadan Desa Tawangsari Kecamatan Pengassih.
Nantinya warga masyarakat akan membangun sejumlah fasilitas pendukung seperti tempat parkir, andong, sewa sepeda dan juga sentra penjualan batik yang dimanfaatkan untuk usaha. Penaman buah kelengkeng juga dilakukan oleh warga masyarakat secara mandiri yang telah menghasilkan buah kelengkeng tersebut. Sudah banyak wisata yang datang dan membeli buah kelengkeng produksi dari kelompok tani Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih.
Inisiatif dari warga masyarakat Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih akan mempermudah pengembangan agrowisata yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dan juga pengembangan pertanian memang harus dilakukan terpusat dalam suatu sebuah kawasan. Semoga kelompok tani buah kelengkeng di wilayah Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih bisa mengembangkan agrowisata tanaman buah kelengkengnya.