Rapat Koordinasi Intensifikasi PBB Kecamatan Pengasih

  Pengasih(kecpengasih)—Bagi kita yang telah mempunyai dan menempati tempat tinggal sendiri, tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah PBB. Jangan salah sangka dulu PBB yan ini bukan Persatuan Bangsa-Bangsa tetapi melainkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

  Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah merupakan suatu pajak yang ditanggung oleh orang pribadi maupun badan yang mendapatkan keuntungan dan atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik karena hak atas tanah dan juga bangunannya.

  Dalam hal ini Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maka yang wajib pajak untuk membayar pajak adalah orang pribadi maupun badan yang telah mendapatkan segala manfaat dari ha katas tanah serta bangunannya. Orang atau badan yang membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ini harus segera membayar dan melunasi pembayaran paling lambat 6 bulan tanggal diterimanya Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT).

  Dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yakni NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). NJOP adalah merupakan harga rata-rata dan atau harga pasar pada transaksi jual beli, dala hal ini dimaksud dalam objek pajak adalah berupa bumi dan bangunan.

  Pemerintah Kecamatan Pengasih melalaui seksi Pemerintahan pada hari Rabu (06-03-2019) menggelar Rapat Koordinasi Intensifikasi PBB Kecamatan Pengasih, bertempat di Gedung Pendopo Kecamatan Pengasih pukul 13.00 WIB. Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Camat Pengasih (Ir. Aspiyah, M.Si), Kasi Pemerintahan Kecamatan Pengasih (Herjuna Waluyo, S.Sos), Dukuh-Dukuh se Desa Pengasih, dan Dukuh-Dukuh Se Desa Tawangsari. Dalam acara Rapat Koordinasi Intensifikasi PBB Kecamatan Pengasih langsung dipimpin oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Pengasih (Herjuna Waluyo, S.Sos).

  “Pemerintah Kecamatan Pengasih dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) termasuk rangking terbawah. Didesa yang agak kota dalam pembayaran PBB agak sulit. Semua warga masyarakat bisa berkomitmen. Memang komitmen sebagai abdi masyarakat kalo dititupi dengan senang hati dan penuh amanah. Kepala desa harus yang greteh atau sering menanyakan. Pemerintah Kecamatan Pengasih termasuk yang rutin dipanggil oleh Bapak Wakil Bupati. Saya berharap kalo kita berniat untuk beramal lebih banyak dan kebaikan kita ini pasti akan di balas Allah SWT. Kebaikan kita semuanya kita maksimalkan untuk masyarakat. Meluangkan waktu untuk betul betul ngaruhke atau sambangi masyarakat. Mohon bantuan mari kita niatkan untuk beribadah. Kami berharap betul betul tahun 2019 adalah awal kebaikan kita sehingga Kecamatan Pengasih ada diperingat atas. Setiap bulan ada perkembangan. Kalo ada kesulitan di warga kami siap untuk terjun ke lapangan (Tim pengawas PBB Kecamatan Pengasih) dan siap memberikan solusi. Kalo ada masukan kritik, saran kita siap memberikan jawaban,” sambutan Camat Pengasih (Ir. Aspiyah. M.Si).

  Desa Pengasih Kecamatan Pengasih dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan sudah mengalami lonjakan yang cukup tinggi sehingga nyampe lebih dari 4 %. Sedangkan Desa Tawangsri pembayaran PBB masih lambat.

  Plt Dukuh Klampis menyampaikan bahwa kemarin Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) sudah diterima langsung dan kami tindak lanjuti. Warga Pedusunan Klampi dan Dusun Tunjungan Desa Pengasih lebih percaya dengan pak Dukuhnya sehingga bisa mempercepat pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. Plt Dukuh Klampis Desa Pengasih dalam menindak lanjuti pembayaran PBB yakni dengan mendatangi setiap pertemuan serta langsung mensosialisasikan PBB dan menindak lanjuti. Setiap ada pertemuan di warga pedusunan Klampis Desa Pengasih dimanfaatkan untuk mensosialisasikan.

  Wilayah Kecamatan Pengasih dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan yang masih lambat yakni Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih yang masih ketinggalan dengan desa-desa yang lainnya diwilayah Kecamatan Pengasih.

  “Kaitan dengan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan kami salut dengan Desa Pengasih dan merasa prihatin sekali bahwa Desa Tawangsari berada diperingkat terbawah dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diwilayah Kecamatan Pengasih. Adapun kendala dipedukuhan Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah sering adanya Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang tidak personilnya dan bahwa indungnya masih tetap yang pertama karena tanah yang sudah dijual lewat Notaris Dukuh jarang ada pemberitahuan. Dalam penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) sudah dibagikan kepada warga nya dengan melalui dor to dor atau mendatangi rumah rumah warga tidak hanya lewat pertemuan saja,” ucap Dukuh Kopok Wetan Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih.

     Diakhir Rapat Koordinasi Intensifikasi PBB Kecamatan Pengasih juga diserahkan dorprize oleh Camat Pengasih (Ir. Aspiyah, M.Si) kepada Dukuh Tunjungan Desa Pengasih.

  Pemerintah Kecamatan Pengasih berharap untuk tahun 2019 dalam Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bisa meningkat di peringkat atas serta serta mohon kepada Dukuh-Dukuh se-Kecamatan Pengasih agar selalu menyambangi warganya serta memngahdiri setiap ada pertemuan-pertemuan diwilayahnya untuk mensosialisasikan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) agar segera membayar atau melunasi PBBnya.

  Acara Rapat Koordinasi Intensifikasi PBB Kecamatan Pengasih berlangsung dengan lancar dan aman