Gerakan Serentak (Gertak) PSN Dusun Gletak Desa Kedungsari

  Pengasih(kecpengasih)—Penyakit Deman Berdarah (DBD) adalah merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Apalagi dengan adanya pengaruh pemanasan global akan semakin mempengaruhi iklim dan cuaca sehingga akan berakibat terjadinya penyebaran DBD dan kemungkinan semakin meningkat disetip tahunnya ketika masyarakat belum sadar akan pentingnya mewujudkan kebersihan lingkungan dan prilaku hidup sehat.

  Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus Dengue ini masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang nyamuk tersebut hidup dalam wilayah tropis dan subtropis.

  Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu masalah utama di Indonesia, karena dengan penyebaran dan penderita yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Menurut data yang dihumpun oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menjadi penyakit andemik di wilayah Indonesia.

  Sebagai upaya untuk pengendalian perkembangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, Jumat (01-03-2019) sekitar pukul 07.30 WIB dengan melalui Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pedusunan Gletak Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih bersama Unsur-unsur lembaga Kemasyarakatan melaksanakan upaya pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Dalam acara tersebut hadir Kapolsek Pengasih (Kompol Salim) beserta anggotanya, Danramil Pengasih (Kapten Isngafuan) beserta anggotanya, Sekcam Kecamatan Pengasih (Drs. A Untung Subagiya, MM), Kasi Kesra Kecamatan Pengasih (Budi Rijanto, S,Pd), Koordinator PLKB Kecamatan Pengasih, BP3K Pengasih, Kepala Puskesmas Pengasih 1, Kepala Puskesmas Pengasih 2, Tim Monitoring dari Kabupaten Kulon Progo yang dipimpin oleh Dr. Baning, Kades beserta Perangkat Desa Kedungsari, Kader Kesehatan desa Kedungsari.

  Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pedusunan Gletak Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih terdiri dari 64 warga, dan berjumalh 31 ditemukan jentik.

  “Dalam Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pedusunan Gletak Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih kami menemukan ada 31 jentik jentik, dari 64 warga dusun Gletak desa Kedungsari Kecamatan Pengasih. Marilah kita menggalakkan 4 M yakni dengan menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali, mengubur tempat penampungan air yang tidak terpakai, dan memantau jentik nyamuk seminggu sekali. Mari kita sukseskan Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pedusunan Gletak Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih dengan melakukan PSN minimal seminggu sekali. Kita perlu menjaga kesehatan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Kami berharap kepada warga Dusun Gletak Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih khususnya dan warga masyarakat pada umumnya agar lebih aktif untuk membasmi sarang nyamuk,” ucap Dr Baning (Dinas Kesehatan kabupaten Kulon Progo).

  Kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan menutup tempat penampungan air, memeriksa jentik-jentik nyamuk di setiap tumah warga pedusunan Gletak Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih, dan menguras penampungan air.

  Dalam kegiatan Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pedusunan Gletak Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih berjalan dengan lancar serta dengan adanya kegiatan Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pedusunan Gletak Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih semoga warga tidak terjangkit penyakit DBD.