Gebyar PAUD Sendangsari dan Deklarasi “Stop Kekerasan Pada Anak”

Bersih -  Ikatan Pendidik PAUD Sendangsari (IPPS) kembali menggelar acara tahunan yang dinanti-nanti, Gebyar PAUD, pada hari Sabtu (1/6) di Sanggar Among Lare, Padukuhan Pereng. Acara ini dihadiri oleh sekitar 500 anak-anak PAUD beserta wali murid dari seluruh Sendangsari.

Acara ini semakin meriah dengan kehadiran tamu undangan penting, di antaranya Drs. Nur Wahyudi, M.M., Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Ketua Himpaudi Kabupaten Kulon Progo, Plt. Panewu Pengasih Triyanto Raharjo, S.Sos., M.Si, Ibu PAUD Kalurahan Sendangsari, Lurah Sendangsari beserta pamong, tokoh-tokoh masyarakat, dan Kepala TK se-Kapanewon Pengasih.

Dalam sambutannya, Triyanto Raharjo mengungkapkan pentingnya acara Gebyar PAUD sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai budaya dan pendidikan pada anak sejak dini. Beliau juga menekankan komitmen untuk melindungi anak-anak dari kekerasan. "Gebyar PAUD bukan hanya tentang merayakan kebersamaan, tetapi juga tentang mengingatkan kita semua akan tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi anak-anak kita dari segala bentuk kekerasan. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang anak," ujar Triyanto.

Kesuksesan Gebyar PAUD tahun ini tak lepas dari swadaya anggota Ikatan Pendidik PAUD Sendangsari dan dukungan Pemerintah Kalurahan Sendangsari. Bekerjasama dengan Desa Prima, acara ini juga memperkenalkan inovasi baru dengan menyediakan stand makanan tradisional seperti gebleg tempe dan produk dari bunga telang.

Sumiyati, Ketua IPPS, menjelaskan bahwa tema Gebyar PAUD kali ini adalah "Dengan Semangat Pancasila Kita Wujudkan Anak Indonesia Sehat, Cerdas, Ceria, Berakhlak Mulia, dan Berbudaya". "Seluruh pendidik dan panitia berbusana Jawa, mengenakan jarik dan kebaya sebagai wujud nyata dari 'berbudaya'. Penampilan yang disuguhkan oleh 11 lembaga POS PAUD yang ada di Sendangsari juga terkait dengan budaya, seperti tari, angklung, dan dolanan anak yang berkolaborasi dengan pendidik dan orangtua," kata Sumiyati saat ditemui di sela-sela acara.

Puncak acara Gebyar PAUD tahun ini adalah Deklarasi “Stop Kekerasan Pada Anak” yang diikuti oleh seluruh wali murid, pendidik, dan tamu undangan. Proses deklarasi ini dilakukan dengan metode finger painting, yaitu mengecap tangan yang telah diberi cat pada kain sepanjang 12 meter. Deklarasi ini kemudian ditutup dengan tanda tangan dari Kadis Dikpora Kulon Progo, Drs. Nur Wahyudi, M.M., dan beberapa perwakilan tamu undangan, serta diakhiri dengan pelepasan balon, simbol harapan dan komitmen bersama untuk melindungi anak-anak dari kekerasan.

Acara Gebyar PAUD tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan budaya, tetapi juga momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen terhadap perlindungan anak. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, IPPS Sendangsari berhasil menyelenggarakan acara yang sarat makna dan penuh pesan moral untuk masyarakat.