KAPANEWON PENGASIH ADAKAN PELATIHAN PEMULASARAN JENASAH TERINDIKASI COVID-19

Pengasih (kap.pengasih)--Jenazah adalah pasien dengan diagnosis suspek/porbable/konfirmasi covid-19 yang meninggal. Pemulasaran Jenazah adalah merupakan pengelolaan/perawatan jenazah yang mengacu pada prinsip keamanan dan keselamatan.

Jumat (20-08-2021) di Gedung Pendopo Kapanewon Pengasih berlangsung kegiatan Pelatihan Pemulasaran Jenazah terindikasi Covid-19 yang diikuti oleh Relawan Kalurahan se-Kapanewon Pengasih. Hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan BPBD Provinsi DIY, Kepala BPBD Kabupaten Kulon Progo (Joko Satyo Agus Nahrowi,ST.,MT) bersama Tim, Panewu Pengasih (Triyanto Raharjo, S.Sos.,M.Si), Danramil Pengasih (Kapten Inf. Andik Setyawan), AKP Satiyem (Kanit Humas Polsek Pengasih), IPTU Tony (Kanit Intel Polsek Pengasih), Perwakilan Puskesmas Pengasih 1 dan Pengasih 2, Relawan dan Kamituwo Kalurahan se-Kapanewon Pengasih.

Pelatihan Pemulasaran Jenazah Terindikasi Covid-19 diberikan kepada Relawan dan warga jika ada yang meninggal akibat Covid-19. Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan agar relawan atau warga bisa melakukan pemulasaran jenazah seiring dengan meningkatnya angka kematian akibat Covid-19. Acara kegiatan Pelatihan Pemulasaran Jenasah Terindikasi Covid-19 di pimpin langsung oleh Panewu Pengasih (Triyanto Raharjo, S.Sos.,M.Si).

" Dengan rasa kemanusian yang tinggi para relawan memilih hadir unruk mengikuti acara Pelatihan Pemulasaran Jenasah Terindikasi Covid-19 di Gedung Pendopo Kapanewon Pengasih ini. Ketika nanti pelaksanaan di lapangan itu tidak menimbulkan sebuah ekses yang negatif. Untuk semangat ini didasari oleh keimginan kita untuk mengendalikan penularan pandemi dan untuk menangani jenasah dengan sebaik baiknya. Karena dampak yang kondisi saat ini mungkin dirasakan ada jeda waktu yang cukup membuat riasau kita sehingga ini menjadi salah satu solusi karean ada keterbatasan tenaga kesehatan yang ada di Dinas dan Rumah Sakit. Kegiatan Pelatihan Pemulasaran Jenazah ini menjadi solusi jika ada warga yang terdampak covid-19 yang isoman terutama akan segera bisa ditangani. Sehingga tidak menimbulkan dampak-dampak sosial dan kami ucapkan terima kasih atas kesediannya bapak ibu relawan yang siap untuk melakukan pemulasaran jenazah yang terindikasi covid-19," ucap Panewu Pengasih (Triyanto Raharjo, S.Sos.,M.Si).

Dalam kesempatan ini, Danramil Pengasih (Kapten Inf. Andik Setyawan) menyampaikan bahwa " kami selaku Danramil mendapat perintah dari pimpinan untuk menyelenggarakan kegiatan vaksinasi. Tolong dari perwakilan Kalurahan-Kalurahan untuk disampaikan kepada pak Lurah atau yang di tuakan di Kalurahan atau pak dukuh masing-masing. Kami sifatnya hanya menghimbau kepada warga untuk yang belum melaksanakan vaksinasi kami  akan menyelenggarakan vaksinasi secara serentak di Taman Budaya Kulon Progo pada hari Minggu tanggak 22 Agustis 2021 dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Harapan kami nanti dibagi dua gelombang dengan harapan untuk mengurangi kerumunan massa yang terlalu berlebihan. Jadi karena hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2021 ada juga kegiatan vaksinasi di Kalurahan Margosari maka kemungkinan di Margisari juga kalau memang masih ada kekurangan kami siap hari Minggunya menerima. Kalau gak salah di Margosari datanya 500 lebih dari Puskesmas Pengasih 2. Namun ini kami didukung atau bekerja sama dengan Pakualaman. Beliau sangat antusias dengan kegiatan kemarin terutama Kapanewon Pengasih dinilai sukses dan berhasil pelaksanaan vaksinasi bisa berjalan aman, lancar dan bahkan antusias warga sangat tinggi sekali. Dibandingkan sampai sekarang ini kita patut berbangga bahwasanya untuk hasil vaksinasi yang kemarin dilaksanakan di tiap-tiap Kapanewon sampai hari ini detik ini belum ada yang mampu mengalahkan capaian Kapanewon Pengasih untuk vaksinasi. Makanya kemarin Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo juga menyampaikan bahwa salut dengan Kapanewon Pengasih bahwa Forkopimkap bisa kompak artinya hasil tidak akan membohongi upaya atau proses karena kita selama ini dinilai bahwasanya Pak Danramil, Pak Kapolsek dan Pak Panewu Kompak dan bisa membuktikan kegiatan vaksinasi kemarim bisa berjalan dengan lancar, sukses, dan tidak suatu halangan apapun. Saya mohon bantuannya untuk menyelenggarakan kegiatan vaksinasi dengan tenaganya akan dibantu dengan 10 Tim. Kalau kemarin di Kapanewon Pengasih diselenggarakan dengan 4 Tim dokter, 4 Tim Vaksinasinator kalau di TBK nanti akan disiapkan 10 Tim Dokter, dari TNI ada 5 Tim dan dari Pakualaman 5 Tim kurang ada 50 sampai 60 dokter siap untuk mendukung kegiatan vaksinasi di TBK pada hari besok dan jenis vaksinnya adalah sinovac. Bahkan siap melayanai vaksin bagi anak-anak mungkin di sekolahan yang belum vaksin atau minimal usia 12 tahun keatas. Jadi diharapkan silahkan untuk anak-anaknya yang belum vaksin supaya diajak. Mari kita gerakkan vaksin ini karena ini merupakan instruksi dan himbauan dari Pemerintah kita harus mendukung. Mari kita gerakkan vaksinasi ini supaya pandemi ini bisa segera berakhir jadi sudah bukan jamannya lagi takut vaksin dan suntik itu tidak terasa. Insya allah dokter-dokternya semangat tidak mengenal siang dan malam dan dokter yang akan mendukung semuanya siap. Saya harapkan dari Pemerintah Kalurahan, bantu babinsa dan bhabinkamtibmas untuk memberikan himbauan dan mengajak untuk gerakkan vaksin supaya dibantu untuk mendorong. Kami mohon doa restunya semoga pelaksanaan vaksinasi besok pada hari Minggu tanggal 22 Agustusn 2021 bisa berjalan dengan aman, lancar, dan tidak ada kendala apapun".

Jika diharapkan semua yang terpapar covid-19 bisa ditangani di Rumah Sakit tapi ternyata ketersedian dari ICU atau IGD ataupun bangsal khusus untuk Covid-19 terbatas. Masih banyak warga masyarakat notabennya gejala sedang ataupun berat yang masih berada isoman atau dirumah. Pemerintah Daerah Kabupaten sedang berupaya bagaimana bisa dipisahkan antara warga yang terpapar dari keluarga. Jangan sampai klaster itu terbentuk di keluarga, dalam keluarga misalkan ada 5 (lima) anggota ada 1 yang terpapar ini yang 4 (empat) mestimya harus di amankan, dengan cara yang 1 (satu) terpapar mestinya di isolasi/isoman. Apabila rumahnya tidak memenuhi syarat untuk isoman, kamar mandi cuma 1 (satu) untuk bareng-bareng kemudian ruang-ruang kamarnya juga terbatas tentunya perlu dilakukan upaya agar ada pemisahan dari yang terpapar dari keluarga yang sehat. Saat ini sudah difungsikan Isoter (isolasi terpusat) yang berada di Rusunawa Giripeni. Untuk sementara di Isoter sudah terisi 67 (enam puluh tujuh) orang.

Jika ada pasien Covid-19 yang meninggal di rumah atau isoman yang di lakukan yaitu keluarga dan masyarakat melapor ketua RW, ketua RT dan tentunya ke Dukuh. Dukuh kemudian melapor ke satgas Kalurahan  dan Satgas Kalurahan berkoordinasi melaporkan ke Puskesmas. Kemudian Puskesmas akan melakukan otopsi perbal / pengecekan terhadap jenazah apakah jenazah ini positif covid atau tidak. Kalau sudah dipastikan itu jenazah positif covid-19 Puskesmas akan menghubungi Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan akan mencarikan Rumah Sakit yang siap melakukan pemulasaraan. Di Kulon Progo untuk pemulasaran jenazah covid-19 ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, Rumah Sakit Nyi Ageng Serang (NAS), Rumah Sakit Pura Raharja di Galur dan Rumah Sakit Rizki Amalia Medika. Setelah ada kepastian Rumah Sakit siap untuk pemulasaran jenazah, kemudian Dinas Kesehatan akan memghubungi BPBD atau PMI yang menjemput jenazah dari rumah di bawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemulasaraan. Setelah di lakukan penjemputan jenazah kemudian diserahkan ke Rumah Sakit dan tentunya ada warga/keluarga yang ikut menyertai sampai Rumah Sakit dan ada serah terima dari warga/keluarga ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemulasaraan. Setelah dilakukan pemulasaraan nanti akan diantar oleh ambulan Rumah Sakit ke makam. Setelah 100% makam itu siap baru bisa diluncurkan jenazah dari Rumah Sakit ke makam. Dari Puskesmas itu akan mengeluarkan Surat Kematian dan Surat Hasil Swab kalau itu positif covid-19, dokumen-dokumen ini yang menyertai warga ataupun keluarga untuk proses pemulasaraan termasuk ada KTP atau Kartu Keluarga (KK) yang meninggal dan KTP penanggung jawab.

Dari Pemerintah Daerah Istimewa Yoogyakarta mengharapkan ada kemampuan dari tingkat Desa/Kalurahan, tingkat Kecamatan dan harapannya juga tingkat kampung tentang memahami bagaimana penanganan jenazah infeksius sehingga pada suatu saat dibutuhkan kita semua sudah siap.

Panduan penggunaan dan pelepasan Alat Pelindung Diri (APD). Kunci dalam penanganan pemulasaran jenazah covid-19 pada APD (Alat Pelindung Diri). Tahun 2021 ternyata beda kalau sebelumnya tahun 2020 rata-rata yang yang isoman itu tanpa gejala dan ada rasa, tapi di Tahun 2021 warga yang isoman rata sakit semua. Yang gak punya komorbit/penyakit penyerta itu rata-rata demam. Ternyata ada varian baru yang menyebabkan melonjaknya kasus positif dan juga kematian akibat covid-19. Dulu pernah disampaikan bahwa jenazah itu tidak bisa menyebarkan, sekarang covid itu mengikuti inangnya, jika inangnya mati juga ikut mati tapi yang varian baru gak mengikuti inangnya. Sebelum bertugas harus mengamankan diri sendiri dahulu dan gak tau namanya APD ini adalah usaha kita untuk menjaga diri. Alat Pelindung Diri (APD) nantinya yang akan dipakai untuk pemulasaran jenazah memakai level 3. Kunci di pemulasaran mandiri maupun di Rumah Sakit sama. Prinsipnya jenazah yang infeksius itu dari infeksius menjadi nin infeksius bagaiman caranya membuat jenasah itu tidak infeksi sehingga nanti ketika dimakamkan aman.

Prosedur memandikan jenazah yang terpapar Covid-19 :

A). Jenazah dimandikan tanpa harus di buka pakaiannya;

B). Petugas wajib berjenis kelamin yang sama dengan jenazah yang dimandikan dan di kafani;

C). Jika petugas yang memandikan tidak ada yang berjenis kelamin sama, maka dimandikan oleh petugas yang ada dengan syarat jenazah di mandikan tetap memakai pakaian. Jika tidak maka di tayamumkan.

Jika atas pertimbangan ahli yang terpercaya bahwa jenazah tidak mungkin di mandikan maka dapat diganti dengan tayamum sesuai ketentuan syariah, yaitu dengan cara :

* Mengusap wajah dan kedua tangan jenazah (minimal sampai pergelangan tangan) dengan debu.

* Untuk kepentingan perlindungan diri pada saat mengusap, petugas tetap menggunakan APD.

Setelah jenazah dimandikan atau ditayamumkan maka jenazah di kafani dengan menggunakan kain yang menutup seluruh tubuh dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah yang aman dan tidak tembus air untuk mencegah penyebaran virus dan menjaga keselamatan petugas. Setelah pengafanan selesai jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah yang tidak tembus air dan udara dengan dimiringkan ke kanan sehingga saat dikuburkan jenazah menghadap kearah kiblat. Jika jenazah di kafani masih ditemukan najis, maka petugas dapat mengabaikan najis tersebut.