JELANG HUT RI KE-76, ORMAS PGN, IPKI, FKPPI, dan GMK BAGIKAN PAKET BANTUAN KE KELUARGA LVRI

Pengasih (kap.pengasih)--Selasa (17-08-2021) Sejarah Bangsa Indonesia membuktikan bahwa Kemerdekaan Negara Republik Indonesia bukan merupakan hadiah dari penjajah tetapi merupakan hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia khususnya para pejuang dan pembela kemerdekaan. Mereka sebagai pelaku-pelaku sejarah dalam menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia yang di Proklamirkan oleh Sukarno - Hatta pada 17 Agustus 1945 hingga bulan Desember 1949 merupakan cikal-bakal Veteran Republik Indonesia. Veteran Republik Indonesia terdiri dari dua generasi berdasarkan periode perjuangan bersenjata yang dialaminya. Generasi Pertama adalah para veteran yang berjuang di Perang Kemerdekaan daei Tahun 1945 hingga 1949 yang diberikan status kehormatan sebagai "VETERAN PEJUANG KEMERDEKAAN". Generasi kedua adalah para veteran yang berperang melawan pasukan asing setelah tahun 1950 untuk mempertahankan integritas negara dan bangsa, mereka disebut " VETERAN PEMBELA KEMERDEKAAN ".

Kelompok pertama berperang melawan Belanda dalam operasi Trikora Irian Jaya pada tahun 1962 disebut Veteran Trikora. Kelompok Kedua pada tahun 1965 berperang melawan Inggris disebut sebagai Veteran Dwikora. Kelompok terakhir adalah mereka yang berjuang melawan Portugis di Timor pada tahun 1975 disebut Veteran Seroja.

Sejak tahun 1956 Indonesia telah mengirimkan Pasukan Perdamaian PBB dalam partisipasinya menjadi perdamaian Dunia. Sekjen PBB di dalam sidang umum MVF Tahun 2003 di Johannesburg telah menyatakan bahwa mantan Pasukan Perdamaian dan Menjadi Anggota LVRI. Sekitar 2300 bekas pejuang dari seluruh Indonesia berkumpul dari tanggal 22 Desember 1956 s/d 2 Januari 1957. Pertemuan tersebut dinyatakan sebagai Konggres ke-1 LVRI. Pada konggres ini di sepakati untuk mendirikan LVRI dari penggunaan istilah "VETERAN" sebagai pengganti istilah "BEKAS PEJUANG". Berdirinya LVRI dikukuhkan berdasarkan KEPPRES Nomor 103 tahun 1957 yang menyatakan LVRI sebagai satu-satunya badan mewakili kaum Veteran dalam hubungan dengan instansi-instansi Pemerintah dan Organisasi Veteran Internasional. Status LVRI di payungi UU No. 75 tahun 1957 yang juga memuat tentang pengakuan, pengesahan dan penganugerahan gelar Kehormatan Veteran di revisi dengan UU No. 15 tahun 1965 dan terakhir di revisi lagi menjadi UU No. 7 tahun 1967. Secara hukum di umumkan dalam Keppres No. 9 tahun 1989.

Legion Veteran Republik Indonesia (LVRI) berdiri pada tanggal 2 Januari 1957 sebagai hasil Konggres Nasional Ke-1.

* Visi LVRI : LVRI yang solid dan bersatu yang berpegang teguh pada kode etik Panca Marga, konsisten terhadap perjuangan yang tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan Pembangunan Nasional Untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

* Misi LVRI :

  1. Terus menerus meningkatkan harkat dan martabat Veteran RI sebagai pejuang, pembela, dan penegak NKRI yang di Proklamasikan 17 Agustus 1945 serta berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;
  2. LVRI aktif dalam meningkatkan kesejahteraan anggota, pembinaan Generasi Muda sebagai penerua cita-cita perjuangan bangsa dalam wadah NKRI serta meningkatkan persahabatan antar bangsa demi terwujudnya ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

* Tujuan LVRI :

  1. Terbinanya Veteran RI sebagai potensi nasional.
  2. Terwujudnya perbaikan sosial, ekonomi dan pendidikan bagi anggota LVRI dan Keluarga.
  3. Terpeliharanya persahabatan antar bangsa demi terwujudnya ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-76, Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI), dan Generasi Muda Kulon Progo (GMK) memberikan bantuan kepada Keluarga LVRI (Legion Veteran Republik Indonesia) di wilayah Kapanewon Pengasih, Senin (16-08-2021). Penerimaan bantuan tersebut dipusatkan dan diterimakan secara simbolis di Koramil Pengasih. Bantuan tersebut sebagai bentuk apresiasi jasa para veteran yang telah berjuang membela kemerdekaan Republik Indonesia. Hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN), Perwakilan Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI), Peltu Wira bersama anggota Koramil Pengasih, Nur Edy Wibowo (Kamituwo Kalurahan Pengasih), Bripka Wahyu (Intel Polsek Pengasih) dan Relawan Kalurahan Pengasih

Perwakilan dari Dewan Pembina Generasi Muda Kulon Progo (Agung Atmodjo) menyampaikan bahwa "Dengan memperhatikan sebagian kecil Para Veteran pelaku yang mengalami Peristiwa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945 adalah sebuah "GERAKAN MORAL" sebagai "PENGINGAT atau NGELINGKE" Kepada Seluruh Warga Negara Indonesia dalam menyikapi situasi pandemi yang berlarut larut di Negara tercinta ini, karena saat sudah terlalu banyak orang-orang yang melupakan Semangat Nilai Juang 45 yang telah diwariskan dari para pahlawan pendahulu. Janganlah melupakan sejarah perjuangan kemerdekaan tahun 1945 bahwa semangat juang 45 para pahlawan untuk merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Tahun 1946 tersebut terjadi karena didasari GELORA PANCASILA HARGA MATI. Kerena ke-Bhinekaan Tunggal Ika yang mengedepankan sikap patriot ksatriya tanpa memandang perbedaan Suku, Agama, Kaya dan Miskin semua menjadi satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Pada saat itu Para Patriot Republikan yang berjiwa Nasional pasti seorang Pancasilais sejati karena paham bahwa Pancasila adalah Dasar Negara Republik Indonesia yang merupakan sebagai wujud sebuah Urat Nadi Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari Aceh sampai dengan Papua sehingga seluruh rakyat saling bahu membahu berjuang bersama sama tanpa pandang bulu suku, agama, kaya dan miskin, tua muda mempunyai hak yang sama untuk berjuang demi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Sejarah telah membuktikan bahwa disaat seluruh rakyat Indonesia Melakukan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ada beberapa kelompok kecil yang tidak mau Pancasila sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa yaitu Kelompok Kiri PKI 1948 dan Kelompok Kanan DI/TII yang berkhianat serta berusaha Memutus Urat Nadi Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia. Disaat Bangsa Indonesia sedang melakukan perlawanan untuk mengusir penjajah Belanda dengan Strategi Perang Semesta yaitu bersatunya Rakyat dengan TNI - POLRI. Perang Semesta Identik dengan "PANCASILA HARGA MATI" karena hal tersebut menjiwai setiap insan warga negara Indonesia yang berjiwa Patriot dan Ksatriya yang berkewajiban mengedepankan Kepentingan Nasional diatas Kepentingan Golongan atau Kelompok, sehingga "URAT NADI PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA" tetap terjaga utuh. Setelah Indonesia Merdeka untuk mempertahankan dan menjaga Urat Nadi Persatuan dan Kesatuan Bangsa tersebut diperlukan Jiwa Patriot dan Ksatriya dari seluruh Warga Negara Indonesia yang senantiasa berkewajiban sebagai Pelindung dan Pembela Ideologi Pancasila dengan saling bahu membahu bersama-sama dengan TNI - POLRI. Bahwa TNI - POLRI sebagai Pelindung Urat Nadi Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dan Rakyat Indonesia sebagai Pendukung Urat Nadi Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia. Teritorial TNI AD ( KORAMIL - KODIM - KOREM dan KODAM ) adalah merupakan sebagai ujung tombak pelindung dan pembina, sikap dan mental nilai juang 1945. Bagi setuap Warga Negara Indonesia khususnya generasi muda, hal tersebut diinspirasikan oleh sikap dan Nilai Juang 1945 Sri Sultan HB IX dan Paku Alam VIII yang diawali dari Kemerdekaan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 dengan Maklumat 5 September 1945 adalah Raja Pertama kali memolopori Gerakan Moral dengan menunjukkan JATI DIRI sebagai Warga Negara Indonesia yang mendukung Pancasila yang berjiwa Republiken serta Berjiwa Ksatriya yang Nasionalis. Sehingga tidak ada Perbedaan antara Ningrat dengan Rakyat Jelata, Suku atau Agama bagi semua Warga Negara Indonesia yang ada di Yogyakarta untuk melakukan Perang Semesta. Oleh karena itu TERITORIAL TNI AD sebagai PELINDUNG DAJ PEMBINA ideologi Nilai Juang 1945 yang bertujuan supaya di masyarakat berkelanjut untuk BELA NEGARA dengan mewarisi 3 (Tiga) Kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia yang telah dicontohkan Para Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Tahun 1945, yakni untuk selalu menjalankan kewajibannya sebagai berikut : Warga Negara Indonesia yang berideologi Pancasila, Warga Negara Indonesia yang Berjiwa Patriot sebagai pendukung dan Pembela Ideologi Negara, dan Warga Negara Indonesia yang Berjiwa Ksatrya dengan senantiasa mempunyai rasa tanggung jawab terhadap Rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perang Semesta identik dengan Sikap Moral Pancasila Harga Mati untuk NKRI dan ini iedntik dengan Teritorial TNI AD sebagai ujung tombak Pelindung dan Pembina Ideologi Negara (Pancasila) yang senantiasa akan merawat Urat Nadi Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia. Namu dengan demikian apabila ada kelompok yang Anti Teritorial TNI AD bisa dipastikam mereka adalah Kelompok Musuh Negara Indonesia Anti Perang Semesta 1945, Anti Pancasila dan Anti NKRI. Kami berharap dan mengajak kepada seluruh Rakyat Indonesia dengan Kesadaran dan ketahu dirian mau menjalankan 3 (Tiga) kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia tersebut dari unsur Pejabat Pemerintah Pusat sampai Pejabat Pemerintaj Daerah, baik Eksekutif maupun Legislatif dan masyarakat umum dari semua lapisan dan golongan, sehingga dapat tercipta PERANG SEMESTA melawan Pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi. Kami yakin bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Strategi Perang Semesta mampu mrlawan Pandemi dan mengalahkan Covid-19 dengan selamat karena Ridho dan Lindungan Allah SWT. Untuk itu kami mengajak supaya semua masyarakat wajib berjuang saling bahu membahu dan selalu mendukung kebijakan Pemerintah dan melaksanakan dengan ikhlas secara bersama sama, Insya Allah semuanya akan menjadi baik karena tujuan kebijakan Pemerintah tersebut adalah untuk kebaikan kita bersama. Begitu jiga Pemerintah harus secara bijaksana memperhatikan keluh kesah dari masyarakat sehingga dalam penerapan Kebijakan tetap menunjukan jati diri yang mengedepankan rasa peri kemanusiaan sehingga secara bijaksana selalu mengutamakan pemberdayaan potensi masyarakat dan semua instrumen aparat negara, dengan demikian akan memperkuat Anyaman Benang Patriotisme yang mengutamakan Politik NKRI bukan Politik Kelompok oleh karena itu sekarang sudah saatnya kita "KEMBALI KE LAPTOP" yaitu kembali kepada nilai Juang 1945 sebagai inspirasi untuk melawan covid-19 dengan saling menghargai segala perbedaan dari semua aspek dan perlu diingat bahwa dengan adanya perbedaan kalau disikapi dengan semangat juang 1945 justru akan menjadi sebuah kekuatan yang maha dahsyat untuk melalui dan mengatasi situasi pandemi ini. Doa kami semoga para pemimpin kita baik dari tingkat pusat yaitu Presiden dan Wakil Presiden (ekseskutif) beserta Legislatif dan seluruh Kepala Daerah beserta Legislatif (Prov - Kabupaten/Kota) dan seluruh Rakyat Indonesia dari Sabang sampai dengan Merauke senantisa selalu diberi kekuatan dan kesehatan dalam lindungan Allah SWT....Amin YRA. Harapan Kami semoga SEMANGAT API DI BUKIT MENOREH BISA MENGGELORAKAN PERANG SEMESTA MELAWAN COVID-19 DAN PANCASILA HARGA MATI UNTUK NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA".

" Kami ucapkan selamat datang dan mohon maaf saya disini yang menyambut selaku Wakil Danramil Pengasih. Karena bapak Danramil sedang ada acara di Makodim. Tadi pagi saya diperintahkan untuk menyambut bapak-bapak perwakilan dari Oraganisasi Kepemudaan maupun organisasi yang lain. Yang intinya masih peduli kelangsungan pada hari ini. Saya sangat trenyuh kepada bapak bapak sekalian yang mana masih memikirkan untuk kembali ke Laptop. Jadi memikirkan bagaimana nantinya bangsa ini tetap masih berjaya. Jadi bukan NKRI Harga Mati tapi Pancasila Harga Mati itu sangat-sangat luar biasa. Jadi kami merasa sangat bangga bapak selaku perwakilan dari organisasi-organisasi masih ada peduli, simpati kepada kami selaku Aparatur Pemerintahan yaitu TNI yang notabenya sebagai Tentara Kewilayahan (KOTER KOMANDO KEWILAYAHAN). Jadi kami memang setelah dari Batalyon kita ditugaskan di kewilayahan yang tugas kami adalah membina masyarakat melalui Babinsa dan juga bersama dengan POLRI Bhabinkamtib ada apapun diwilayah kami selalu monitor dan membina dengan tujuan agar memang berul-betul bangsa kita Pancasila Harga Mati. Karena akhir-akhir ini memang kita itu sudah masa-masa kritis. Jadi mungkin anak-anak muda kita sudah sedikit agak melupakan sejarah. Jadi sejarah ini memang kalau tidak kira turunkan turun temurun, kita kepada mbah buyut saja lupa. Baru sama mbah buyut kita belum sama yang lain-lain kita lupa. Untuk itu memang kita TNI dan juga elemen masyarakat bahu membahu bagaimana kita tetap bisa menjaga NKRI ataupun Pancasila Harga Mati. Kami mohon maaf karena merasa terdadak kami menyambutnya dengan ala kadar yang intinya kami mengucapkan beribu ribu terima kasih atas kepedulian bapak-bapak perwakilan dari organisasi FKPPI ataupun yang lainnya. Sekali lagi kami bangga sekali dan marilah selalu kita jaga bangsa ini," ucap perwakilan Danramil Pengasih (Peltu Wira).

Penyerahan Bantuan dalam menyongsong HUT RI Ke-76 Tahun 2021 masing-masing perwakilan dari Ormas Bela Negara Patriot Garuda Nusantara (PGN), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI), dan Generasi Muda Kulon Progo (GMK) secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako untuk keluarga besar LVRI di wilayah Kapanewon Pengasih sebagai bentuk semangat menghargai dan menghormati perjuangan para pahlawan bangsa untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah ikut berpartisipaai aktif mendukung kegiatan bersama ini sebagai misi bersama untuk canta tanah air, Pancasila dan UUD 1945 sebgai pondasi semangat dalam berbangsa dan bernegara.... DARI KULON PROGO UNTUK INDONESIA...