Syawalan Keluarga Besar Masyarakat Sidomulyo Menghadirkan Ustad Kondang

Kamis, 12 Juli 2018 00:13:17 - Oleh : @ryotrantib

Desa Sidomulyo

Giat Lomba Desa/Kelurahan Tangguh Bencana

Brosing ( Obrolan Siang) Siaran Langsung Radio Megaswara 93,8 FM Dalam Rangka Pengembangan Cagar Bud

Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Sekretaris Desa Pengasih Kecamatan Pengasih

Peresmian Rumah Data Kependudukan Kampung KB Dusun Ngramang

Musyawarah Desa Sendangsari Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu Dsa Sendangsari Kecamatan Pengasih

  Pengasih (kecpengasih) --Syawalan hampir sama dengan Idhul Fitri. Idhul Fitri itu artinya kembali fitroh, fitroh berarti suci seperti bayi yang lahir tanpa dosa.  Memaafkan satu dengan yang lain serta meningkatkan amal ibadahnya di bulan syawal.    

  Senin (09-07-2018) pukul 19.30 WIB telah berlangsung acara Syawalan Keluarga Masyatakat Desa Sidomulyo dengan menghadirkan ustad kondang dari Dartah Istimewa Yogyakarta (DIY)  yakni Ustadz Wijayanto.  Dalam acara tersebut dihadiri Camat Pengasih (Ir. H. Aspiyah, M.Si), Kapolsek Pengasih (Kompol Salim),  Koramil Pengasih,  Kades bersama Perangkat Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih,  Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih, dan warga masyarakat Desa Sidomulyo kurang lebih 1000 orang. 

  Camat Pengasih (Ir. H. Aspiyah,  M.Si) menyampaikan bahwa warga masyarakat Desa Sidomulyo ternyata selalu menjunjung tinggi semangat kegotong royongan serta kebersamaan untuk saling bantu membantu. Terbukti dengan adanya jalan-jalan yang ada diwilayah Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih sudah terlihat bagus serta belum lama ini warga masyarakat Drsa Sidomulyo Kecamatan Pengasih secara bergotong royong juga telah membangun tempat ibadah yankni masjid di wilayah Pedusunan Nabin Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih.  Camat Pengasih (Ir. H. Aspiyah, M. Si)  mengharapkan agat semua yang sudah dicapai wilayah Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih agar ditingkatkan sesuai dengan ketaqwaan mudah mudahan semua ini semua yang diberikan akan membawa barokah dan juga berharap agar warga masyarakat Desa Sidomulyo dengan aparat setempat saling berkomunikasi demi untuk menciptakan kesejahteraan serta kemakmuran Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih.    

  Dalam acara Syawalan Keluarga Besar Masyarakat Desa Sidomulyo dalam kesempatan ini Ustadz Wijanarko memberikan pencerahan kepada para masyarakat Desa Sidomulyo dengan gayanya yang khas dan penuh humoris penuh dengan istilah yang mengenang serta Ustadz Wijanarko mampu membuat menyimak dengan penuh khidmat serta antusias materi ceramahnya.   

  Dalam tausyiahnya Ustadz Wijanarko mengambil tema "tentang kematian". Ustadz Wijanarko yang dikenal dengan secara nasional terlihat semangat dalam penyampaian materi tersebut. Apalagi dengan penuh humor Ustadz Wijanarko mampu menggugah semangat ribuan warga Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih yang hadir dalam pengajian tersebut.     

  "Kematian yang dikenal sebagai berpisahnya ruh dari badan merupakan sebab yang mrnghantar manusia menuju kehidupan abadi yakni alam akhirat. Kematian juga merupakan lemusna semua kenikmatan serta memutus segala nafsu syahwat. Perlu kita ketahuoa bahwa kita hidup didunia ini hanyalah sementara. Kehidupan ini kita ibaratkan seperti orang perantau yang merantau yang pergi ke negeri orang dan pada saatnya nanti akan kembali dengan membawa apa yang telah kita cari didunia. Kematian juga merupakan hal yang diyakini namin seringkali sengaja dilupakan atau terlupakan, perkara yang diketahui akan tetapi begitu banyak yang diabaikan. Kematian juga mengingatkan bahwa waktu sangat berharga. Tak ada satu pun umat mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian.  Tak seorangpun tahu berapa lama lagi jatahnya waktu pentasnya didunia ini akan berakhir. Sebagaimana tak seorangpun yang tahu dimana kematian akan menjemputnya.  Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia swdang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan. Karena tak ada satu detikpun waktu terlewatmelainkan ajal mendekat. Kematian juga mengingatkan bahwa kita bukan siapa siapa. Kalau kehidupan didunia bisa diumpamakan pentas sandiwara maka kematian adalah akhir segala peran. Apapun dan siapapun peran yang telah dimainkan ketika sutradara mengatakan "habis" usai sudah permainan. Semua kembali pada peran yang sebenarnya.  Kematian mengingatkan pada kita tak memiliki apa apa. Tak ada satu bendapun yang boleh masuk keliang lahat kecuali kain kafan.  Kaya atau miskin,  penguasa atau rakyat jelata semuanya akan masuk ke lubang kubur bersama bungkusan kain kafan. Manusia terlahir tidak membawa apa apa, cuma tubuh kecil yang telanjang, lalu masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan. Ternyata semua hanya peran, dan pemilik sebenarya hanya Allah SWT.," isi tausyiah Ustadz Wijanarko.    

  Dalam acara syawalan keluarga besar masyarakat Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih berjalan dengan lancar,  aman dan terkendali. 

« Kembali | Kirim | Versi cetak