Kirab Merti Desa Sangat Meriah

Minggu, 16 Juli 2017 18:03:36 - Oleh : @ryotrantib

@ryotrantib

Penyerahan Bantuan Dana Alokasi Khusus Penigkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni

Pembinaan Kesenian Tradisional Kethoprak Kecamatan Pengasih

Desa Sendangsari Pentas Gelar Budaya

Mengoptimalkan Kembali Fungsi Satlinmas/Linmas Pemerintah Kecamatan Pengasih Mengadakan Pembinaan

Jumpa Pers Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Regional II (Jawa-Bali) Tahun 2017

Pengasih (kecpengasih.com)—Kebudayaan adalah seluruh usaha manusia dengan akal budinya melalui proses belajar yang bertujuan untuk memperbaiki siatuasi, mempertinggi kualitas hidupnya, dan semakin menyempurnakan dunia. Kebudayaan juga merupakan keseluruhan komplek yang didalammnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai masyarakat. Kebudayaan yang ada hanya bisa dirasakan tapi tidak bisa dilihat mata dan bersifat spiritual, kepercayaan, kerohanian, adat istiadat, keindahan atau hasil karya manusia yag bersifat nir ( kasat mata/tidak nampak). Tradis yang terus dilestarikan saat ini yang menentramkan hati namun juga memberikan kebanggaan atas ragam kekayaan budaya di negeri ini salah satunya adalah Merti Desa. 

Merti Desa sering juga disebut dengan  Bersih Desa yang hakikatnya adalah merupakan simbol rasa syukur warga masyarakat kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan karunia yang diberikan-NYA. Tradisi Merti Desa untuk saat ini masih terus dilestarikan tak hanya menentramkan hati namun juga memberikan kebanggaan atas ragam kekayaan budaya di negeri ini. Merti desa juga merupakan sebuah tradisi yang harus dilestarikan dan jangan punah, karena tradisi merti desa ini secara perlahan lahan mulai ditinggalkan meskipun acara merti desa masih tetap berlangsung tapi banyak yang tidak melakukannya merti desa. 

Upacara Merti Desa ini merupakan adat istiadat yang dilaksanakan setiap tahun dan telah membudaya dalam masyarakat terutama masyarakat pedesaan. Kamis ( 13-07-2017 ) mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, perempuan, laki-laki, semuanya kompak memakai busana adat jawa untuk mengikuti kirab merti desa yang diadakan oleh Pemerintah Desa Pengasih kecamatan Pengasih. Adapun route Kirab Merti desa star dari Lapangan Jati Kusuma Pengasih hingga balai Desa Pengasih menempuh jarak kurang lebih 1 km. . Dalam kirab meti desa ini sangat meriah karena antusias warga masyarakat sangat besar dan rasa syukur terhadap Yang Maha Kuasa atas rahmat , keberkahan yang diberikan-NYA oleh warga masyarakat Desa Pegasih Kecamatan Pengasih. Dalam kirab merti desa ada berbagai gunungan mulai dari tumpeng beserta lauk pauknya, jajanan pasar hingga hasil bumi. 

Ada 13 pedukuhan yang berada diwilayah Desa Pengasih Kecamatan Pengasih mengikuti Kirab Merti desa dan setiabanya di balai Desa Pengasih Kecamatan Pengasih, seluruh warga masyarakat berkumpul serta mengadakan doa bersama untuk para leluhur dan pahlawan yang telah gugur. Setelah doa bersama lalu seluruh warga berkumpul untuk menyantap gunungan yang telah dibawa. 

“ Warga masyarakat Desa Pengasih Kecamatan Pengasih sepakat untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan dan salah satunya adalah merti desa. Kegiatan merti Desa di Desa Pengasih Kecamatan diawali dengan membersihka lingkungan, kirab dan kenduri diakhiri dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Meri Desa ini merupakan sebagiankecil dari berbagai kebuadayaan yang ada di Desa Pengasih Kecamatan Pengasih. Selain merti desa masih banyak kebudayaan diwilayah Desa Pengasih yang hingga saat ini masih dijaga dan dilestarikan oleh waga masyarakat. Harapannya agar warga masyarakat Desa Pengasih Kecamatan Pengasih terus menjaga dan melestarikan kebudayaan jangan sampai punah,” ucap Djoko Purwanto ( Kepala desa Pengasih Kecamatan Pengasih ).

Kirab merti desa ini merupakan sebagai persatuan dan kesatuan  warga masyarakat Desa Pengasih Kecamatan Pengasih karena melibatkan dari berbagai unsur, dari generasi muda juga ikut terlibat dalam upacacara merti desa .

« Kembali | Kirim | Versi cetak