Taman Budaya Kabupaten Kulonprogo Syawalan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

Kamis, 5 Juli 2018 17:15:05 - Oleh : @ryotrantib

Taman Budaya Kulonprogo

Pembinaan Linmas Desa Karangsari Persiapan Pengamanan Pemilu 2019

Syawalan Keluarga Besar Masyarakat Sidomulyo Menghadirkan Ustad Kondang

Pengajian Akbar Pondok Pesantren As-Salam dan Syawalan Desa Tawangsari

Rakor Daftar Pemilih Sementara Hasil Pemutakhiran

Taman Budaya Kabupaten Kulonprogo Syawalan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

    Pengasih(kecpengasih)--Kamis(05-07-2018) Momen syawalan bukan hanya saling maaf memaafkan tapi lebih dari dengan syawalan akan menjdao sarana merekatkan persaudaraan, diantara satu dengan yang lainnya serta dengan syawalan akan mempererat silaturrahim.    

  Momentum syawalan kendaknya juga dilakukan serya diajdikan ajang pertemuan untuk mengenal anggota keluarganya.     

  Saling hormat menghormati,  menghargai dengan sikap saling toleransi antara satu dengan yang lainnyaoerlu dikedepankan dalam kehidupan.     Selasa(03-07-2018) pukul 09.00 WIB bertempat di Gedung Taman Budaya Kabupaten Kulonprogo telah berlangsung acara Syawalan Gubernur (Sri Sulatan Hamengkubuwono X)  dan Wakil Gubernur (Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulonprogo dan syawalan di Geding Taman Budaya Kabupaten Kulonprogo merupakan syawalan yang pertama kalinya diadakan. 

  Dalam acara syawalan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  tahun 2018 dihadiri oleh Gubernur DIY (Sri Sultan Hamengkubuwono X), Wakil Gubernur (Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X), Bupati Kulonprogo (Hasto Wardoyo), Wakil Bupati Kulonprogo (Drs Sutedjo), Jajaran Forkomponda Kabupaten Kulon Progo,  Jajaran Forkompincam, dan Tokoh masyarakat.    

  Bupati Kabupaten Kulonprogo (Dr. Hasto Wardoyo)  dalam sambutannya menyampaoakn bahwa sejumlah program yang tengah berjalan atau yang tengah dirintis.  Diantaranya termasuk juga dengan adanya Perkembangan Pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasioanal Airpot) yang berlokasi diwilayah Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berupaya keras untuk mensukseskan Pembangunan bandara yang sesuai dengan arahan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.  Yang saat ini proses pembangunan Bandara masuk pada tahap land clearing. Dalam proses pembangunan Bandara Kami mengakui bahwa memang masih ada permasalahan kecil yang belum terselesaikan. Termasuk diantaranya keberadaan masih ada sejumlah warga yang menolak pembangunan Bandara yang masih menetal serta tinggal didalam area Izin Penetapan Lokasi (IPL) NYIA. Tidak hanya bagi warganya kami siap memindahkan ternak milik warga. Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulinprogo dan PT Angkasa Pura sudah menyewakan 20 unit rumah yang bisa dipakai untuk warga.  Ada pula magersari yang ada di Kedundang Kecamagan Temon Kabupaten Kulonprogo yang sudah ditempati dengan jumlah 45 Kepala Keluarga (KK). Pemerintah Kabupaten Kulonprogo saat juga tidak mengabaikan dalam hal penyiapan sumber daya manusia dalam menyambut keberadaan bandara baru. Bahkan ratusan paket pelatihan kerja berbagai bidang telah disiapkan untuk warga Kabupaten Kulonprogo.  Terkait dengan perkembangan jalur Bedah Menoreh yang akan bersinergi dengan keberadaan bandara serta mendukung keberadaan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)  Borobudur bahkan sejumlah destinasi wisata baru sudah banyak yang muncul diwilayah Kabupaten Kulonprogo serta sudah mulai dirintis beberapa waktu yang lalu. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo juga mengedepankan pendidkkan karakter seiring dengan pembangunan insfrastruktur. 

  "Proses ganti rugi sudah dilaksanakan, warga yang tidak mampu juga sudah difasilitasi, saya tidak mengerti mengapa mereka tidak mau pindah? Bandara di Kabupaten Kulonprogo sudah tidak bjsa mundur. Bahkan dalam waktu dekat setelah bandara jadi, harus sudah bisa menentukan bagaimana pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kulonprogo. Belum lama ini saya menerima keluhan tang mengatakan bahwa harga tanah di sekitar NYIA per meternya 5 juta.  Saga tudak tahu tanah itu milik siapa atau ulah calo tanah.  Keuntunhan justru ke orang lain,  bukan ke warga lokal.  Warga jangan terburu buru dan jangan mudah menjual tanah atau lebih baik dijual ke orang kita sendiri. Kami berharap warga dalam menjual tanah jangan sampai jatuh je tengkulak. Pak Lurah maupun pak Kades bisa ikut membantu memberi pengarahan kepada warganya. Sentolo ke utara juga akan dibuat jalan empat jalur. Nantinya akan bertemu jalan tol layang tembus ke Jogja di Ringroad Utara (Demak ijo)," ucap Gubernur DIY ( Sri Sultan Hamengkubuwono X).  

  Harapan Gubernur DIY (Sri Sultan Hamengkubuwono X) agar para pejabat Kabupaten Kukonprogo mulai tingakat dari Pemerintah Kabupaten hingga Oemerintah Desa bisa memberi pemahaman kepada masyarakat Kulonprogo bagaimana orang tua bisa melakukan kontrol yang baik kepada pergaulan anak selain itu juga mengharapkan agar dapat melakukan dialog dengan masyarakat agar perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh anak anak pelajar mampu dikendalikan.    

  Acara syawalan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digedung Taman Budaya Kabupaten Kulonprogo berjalan sengan lancar,  aman,  terkendali.  

« Kembali | Kirim | Versi cetak