WIWIT AGUNG PEDUKUHAN PERENG DESA SENDANGSARI KECAMATAN PENGASIH

Minggu, 30 Juli 2017 16:54:40 - Oleh : @ryotrantib

@ryotrantib

Tim Bola Voli Putri Kec. Pengasih Mengalahkan Kec. Lendah

Pembinaan BPD dan Efektifitas Kinerja BPD

Gala Desa Pengasih Meningkatkan Motivasi Olahraga Rakyat

Gelar Potensi Desa Budaya Kabupaten Kulonprogo Tahun 2017

Pawai Kirab Budaya Merti Dusun Pedukuhan Cekelan Desa Karangsari

     Pengasih (kecpengasih.com)—Tradisi wiwit adalah panjatan doa dan ungkapan rasa syukur atas limpahan hasil panen dari Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi wiwit yang sebelumnya sempat nyaris hilang dengan tergerusnya jaman sekarang mulai bangkit kembali. Memasuki panen petani didaerah pedesaan banyak yang melakukan tradisi wiwit ini. Prosesi wiwit, terbagi dalam dua bagian. Dalam hal ritual, seperti lazimnya sesaji, ada tetua kampung ataupun mbah kaum yang biasanya memimpin doa lalu diteruskan dengan pemotongan batang padi yang pertama sebagai pertanda proses panen padi bisa segera dilakukan. Dan yang kedua, adalah proses makan bersama. Ubo rampe berupa nasi tumpeng, sayur kluwih, urap atau kluban, pelas, telur, tempe tahu goreng, rese (ikan asin) dan peyek segera dibagi-bagikan dalam bungkus daun pisang dan daun jati. Yang menarik, semua yang hadir tanpa kecuali mendapat jatah makanan yang sama. Dan bisa ikut bersantap menu tradisional di tengah sawah,,Sungguh sedap.

    Tradisi wiwit dilaksanakan saat memasuki musim panen dan jadwalnya tergantung datangnya musim panen. Tradisi wiwit oleh para petani didaerah pedesaan atau pinggiran-pinggiran kota. Sebagian besar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kecuali Kodya Jogja seperti Bantul, Kulonprogo, Sleman dan Gunung Kidul masih kebanyakan melaksanakan upacara tradisi wiwit. 

    Upacara tradisi wiwit merupakan salah satu upacara yang berkaitan dengan para petani diderah pedesaan. Adapun tujuan dilaksanakannya upacara tradisi wiwit yakni sebagai wujud rasa syukur masyarakat petani kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ungkapan wiwit juga sebagai ungkapan rasa sykur dan hormat kepada Dewi Sri yang telah memberi rezeki yang berwujud panen. Sehingga untuk mewujudkan rasa syukur tersebut dengan memberi sesaji atau doa.

    Minggu (30-07-2017) pukul 09.00 WIB Pedukuhan Pereng Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih mengadakan upacara tradisi wiwit dengan mengambil tema “ WIWIT AGENG SEBAGAI WUJUD RASA SYUKUR TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA”. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Camat Kecamatan Pengasih, Bu Eni (DPRD Kabupaten Kulonprogo), Bapak Ponimin (DPRD Kabupaten Kulonprogo), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kulonprogo, BP3k Kecamatan Pengasih, dan warga masyarakat skitar . Upacara Tradisi Wiwit Ageng dimulai dengan kirab dari Bregodo Wirataruno Dusun Pereng Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih dengan membawa tumpeng.

    Camat Kecamatan Pengasih ( Santoso,SIP,M.Si) menyampaikan upacara tradisi wiwit ageng di pedukuhan Pereng Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih agar diagendakan setiap tahun. Pemerintah Kecamatan Pengasih mengucapkan banyak terima kasih karena telah terlaksanakannya wiwit ageng ini.

    “ Kegiatan upacara tradisi wiwit ageng ini merupakan kegiatan yang peduli dengan budaya maka dari itu perlu kita lestarikan. Dengan adanya kegiatan upacara tradisi wiwit ageng ini bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Semangat warga masyarakat pedukuhan Pereng Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih ini yang bisa menjadikan dusun pariwisata dan tidak meninggalkan kebudayaan lama. Masyarakat punya kebutuhan dan Pemerintah punya progam maa dari kita jadikan satu serta kita sama-sama berjuang untuk menjadikan tempat wisata di Pedukuhan Pereng Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih,”sambutan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kulonprogo.

    Dengan diadakannya upacara tradisi wiwit ageng ini warga masyarakat pedukuhan Pereng Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih bisa merasakan sikap gotong royong dan saling bantu membantu. 
 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak