Perayaan Natal Warga Kristiani Desa Kedungsari

Minggu, 8 Januari 2017 19:41:42 - Oleh : @ryotrantib

Baledesa Kedungsari

Komplek Calon Perumahan PNS Terendam Air

Tanah Longsor di Pedusunan Ngruno desa Karangsari Menimpa Rumah Warga 1 Orang Meninggal

Pohon Tumbang Menimpa Rumah Warga

Pembinaan Dalam Rangka Pencegahan, Pengawasan dan Penanganan Permasalahan Dana Desa

Kabupaten Kulonprogo TOP (Tlaten, Open, Panen)

   Pengasih (kecpengasih.com)--- Gereja khususnya Kristiani dan Katholik mewajibkan umatnya untuk merayakan Hari Raya Natal. Perayaan hari Raya Natal bukanlah merupakan acara makan-makan besar, dan bukanlah festival besar tetapi sebuah perayaan ekaristi di Gereja. Jadi disebut Perayaan Natal yaitu Perayaan Ekaristi dalam memperingati lahirnya Yesus Kristus. Pada saat jaman Kekaisaran Romawi, tanggal 25 Desember adalah Perayaan dewa Matahari, setiap tanggal tersebut diadakan festival meriah untuk merayakan Dewa Matahri tersebut. Saat itu  banyak orang Romawi yang menjadi pemeluk Agama Kristen, namun banyak pula umat Kristen pada masa itu yang ikut merayakan hari Lahirnya Dewa Matahari. Para Bapa Gereja melihat bahwa budaya tersebut tidak benar tentu saja umat Kristen tidak boleh merayakan hari lahirnya Dewa Matahari. Untuk mencegah umat Kristen untuk datang festival matahari tersebut Bapa Gereja pada saat itu membuat acara sendiri dan tanggal 25 Desember ditetapkan sebagai Hari Kelahiran Yesus Kristus. Bapa Gereja mengajak umat kristen agar tidak merayakan hari tersebut demi matahari melainkan demi DIA yang menciptakan Matahari. Umat Kristen yang awalnya datang ke perayaan festival matahari lalu diajak ke Gereja untuk merayakan Perayaan Natal yaitu lahirnya Yesus. Awalnya perayaan Natal Tersebut dirayakan secara sederhana tetapi seiring dengan bertambahnya umat Kristen perayaan Natal menjadi tambah meriah.

   Gereja Kristen dan Katholik hanya mewajibkan umatnya untuk merayakan Natal dengan mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja. Acara makan-makan, fetival, santaclaus, dan pohon Natal bukanlah sesuatu yang diisyaratkan dan diwajibkan oleh Gereja. Hal-hal tersebut adalah bagian dari tradisi Natal umat Kristen dan Katholik. Tiap tempat mempunyai tradisi Natal yang berbeda beda tergantung budaya umat setempat. Biasanya setelah mengikuti misa malam di Gereja keluarga berkumpul untuk makan bersama dan berbagi kado. Untuk menambah kemeriahan berkumpulnya keluarga tersebut dihiaslah rumah dengan lampu-lampu dan pohon Natal.

   Meskipun hari Raya Natal bagi umat Kristen dan Katholik setiap tahunnya jatuh pada tanggal 25 Desember tetapi warga Kristiani Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulonprogo pad Minggu (08/01/2017) merayakan perayaan Natal di Baledesa Kedungsari Kecamatan Pengasih dan dihadiri oleh Sekcam Kecamatan Pengasih, Polsek Pengasih, Danramil Pengasih, Kepala Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih beserta perangkatnya, Jemaat Gereja Cumetuk dan Jemaat Gereja Kalinongko Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih serta warga Kristiani Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih.

   Perayaan Natal warga Kristiani Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih dengan mengambil tema " Hari ini telah lahir juru Selamat di Kota Daud, ". Perayaan Natal warga Kristiani di baledesa Kedungsari berlangsung dengan aman dan khidmat. Meskipun dalam Perayaan Natal dikelilingi umat muslim warga Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih tetap menjaga kerukunan umat beragama bahkan parkir dalam perayaan Natal tersebut bekerja sama dengan Remaja Masjid Dusun Karongan Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih. 

   Perayaan Natal warga Kristiani Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih yang diadakan dibaledesa bertujuan untuk menjaga kerukunan umat beragama, saling hormat dan menghormati, serta toleransi umat beragama. Kepala desa (Kades) Kedungsari Kecamatan Pengasih menyampaikan dan menghimbau kepada warga masyarakat untuk saling menjaga kerukunan umat beragama dan jangan mudah terpengaruh dengan provokasi-provokasi yang bisa memecah persatuan dan kesatuan umat beragama. Juga dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kulonprogo tahun 2017 warga masyarakat Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih agar tetap menjaga situasi yang kondusif.

« Kembali | Kirim | Versi cetak